|
DPRD Kaltim Bantah Kubar Tidak Dapat Perhatian |
|
|
|
|
Written by Humas DPRD Kalimantan Timur
|
|
Saturday, 04 July 2009 16:05 |
|
Anggota DPRD Kaltim Drs Hatta Zaenal membantah tudingan Pemkab Kubar yang menyatakan bahwa kabupatenya tidak mendapatkan perhatian pemerintah daerah buntut dari penurunan anggaran subsidi pembangunan dari provinsi ke Pemkab Kubar.
Tidak ada maksud menganaktirikan Kubar ,kata Hatta Zainal. Hatta mengatakan pemkab Kubar lebih melihat dari besaran subsidi pembangunan tahun 2007 yang lebih besar dari pada besaran subsidi pembangunan Tahun 2008. Jika melihat angka itu diakui Hatta cukup terlihat mencolok,namun Pemkab Kubar,kata Hatta harus melihat kondisi kota/kabuypaten lain, Semua daerah mengalami penurunan, ujarnya. Jika disebutkan kota/kabupaten lain memperoleh anggaran lebih besar itu tutur Hatta karena kota/kabupaten bersangkutan menjadi tempat pertandingan sejumlah venus PON. Ia akui pembangunan venus PON memerlukan besar anggaran yang tidak sedikit sehingga wajar jika kemudian kota/kabupaten tempat pertandingan PON mendat bantuan subsidi pembangunan lebih besa,Karena Kubar bukan termasuk daerah tempat pertandingan PON maka Kubar tidak mendaptkan dana subsidi untuk pembangunan venus PON,tegas Hatta. Besaran subsidi pembangunan itu sebut Hatta makin bertambah berat karena atlet periah medali pada PON mendapatkan bonus.belum pula kata Hatta tuntutan Atlet Pekan Olah Raga Cacat Nasional (porcanas),Jadi beban keuangan provinsi sangat berat,ucap Hatta. Diketahui dalam heraing antara lintas komisi gabungan DPRD Kaltim dengan Bupati Kubar Ismael Thomas beberapa waktu lalu terlontar pernyataan pedas dari Bupati Kubar.BUpati mengatakan Pemkab Kubar sudah bosan dengan janji janji dari DPRD Kaltim mempejuangkan anggaran pembangunan daerah. Dalam pertemuan tersebut bupati mempertanyakan alasan penurunan anggaran subsidi pembangunan Kubar.2007 subsidi pembangunan Kubar 84 milyar.tapi mengapa 2008 subsidi pembangunan Kubar menurun menjadi Rp 17,1 milyar,kata bupati ketika itu yang ketika itu mempertanyakan pula subsidi daerah lain justru lebih besar meski telah dijelaskan subsidi lebih besar diterima karena daerah tersebut menjadi tempat pertandingan PON. |