Detail Berita

Dishub Kaltim Diminta Evaluasi Aktivitas Penggunaan Bandara

Rabu, 09 Oktober 2019 | Oleh: Humas DPRD Prov
Dishub Kaltim Diminta Evaluasi Aktivitas Penggunaan Bandara

SAMARINDA. Imbas ditutupnya layanan penerbangan di Bandara APT Pranoto di Sungai Siring, Samarinda sejak Minggu (6/10), berdampak dialihkannya lebih dari 24 penerbangan dari sejumlah maskapai menjadi insiden yang tak boleh terulang.

Oleh sebab itu Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) dibawah naungan Dinas Perhubungan Kaltim diminta lebih berhati-hati dalam memberikan izin penerbangan dari dan melalui bandara tersebut.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kaltim Akhmed Reza  Fachlevi menanggapi adanya dugaan tak diberikannya hak penumpang sepenuhnya akibat pemindahan  rute penerbangan dari  Bandara APT Pronoto ke Bandara SAMS Balikpapan.

Selain itu pengakuan Kepala Dinas Perhubungan atas berlebihnya beban landasan yang melebihi kapasitas awal hingga menyebabkan kerusakan, mengindikasikan adanya aktivitas berlebih penggunaan bandara yang tak sesuai dengan ketentuan. Sehingga politikus kelahiran Pesisir Kutai Kartanegara ini meminta agar pemberian izin aktivitas penggunaan bandara tak menyalahi ketentuan.

“Pengumuman pengalihan penerbangan juga setidaknya 12 jam sebelum penerbangan. Selain itu fasilitas transportasi bagi penumpang yang bersedia dialihkan melalui rute lain juga harusnya wajib difasilitasi oleh maskapai,” ungkap Reza.

Wakil rakyat asal Fraksi Gerindra ini berharap kejadian tersebut tak terulang, faktor teknis dan kendala yang menyalahi ketentuan sebaiknya menjadi evaluasi.

“Kejadian seperti ini sangat merugikan masyarakat, bukan hanya waktu namun rugi biaya dan ancaman keselamatan jika tidak terdeteksi dini kerusakannya. Begitupun dengan maskapai yang tak bertanggung jawab atas dampak pemindahan rute dan jadwalnya,”  tandas Reza. (adv/hms5)