Detail Berita

APBD Kaltim Untuk Penanggulangan Banjir Balikpapan

Jum'at, 21 Februari 2020 | Oleh: Humas DPRD Prov
APBD Kaltim Untuk Penanggulangan Banjir Balikpapan

Anggota DPRD Kaltim Muhammad Adam Sinte saat melaksanakan Reses atau Jaring Aspirasi Masa Sidang I Tahun 2020 ke Daerah Pemilihannya di Kota Balikpapan

SAMARINDA - Permasalahan banjir yang masih problem di Kota Balikpapan rupanya menjadi atensi tersendiri bagi warga di kota tersebut. Anggota DPRD Kaltim Muhammad Adam Sinte mengungkapkan bahwa masalah itu menjadi aspirasi yang ia terima saat melaksanakan reses pada Masa Sidang I Tahun 2020.

Dikatakan Adam, Selasa (18/2) dihari ketujuh dirinya melaksanakan reses, secara keseluruhan masyarakat yang seringkali lingkungannya tergenang banjir berharap ada bantuan keuangan yang signifikan dari Pemerintah Provinsi Kaltim untuk turut membenahi sejumlah infrastruktur.


“Termasuk drainase di Balikpapan sehingga persoalan banjir di Balikpapan bisa teratasi. Terus terang saya wakil rakyat dari Dapil Balikpapan berharap juga Pemprov Kaltim memperhatikan Balikpapan dalam hal penanggulangan Banjir,” Ungkap Adam.


Dalam kegiatan reses warga juga berharap dengan ditunjukkan Kaltim sebagai Ibukota Negara maka Balikpapan sebagai kota penyangga perlu diberikan porsi dari APBN dan APBD Provinsi sebagai penopang utama Ibukota Negara nantinya. Dalam berbagai hal seperti infrastruktur maupun layanan publik lainnya.

Tak hanya itu, lanjut Adam, reses di dapil Balikpapan banyak masukan aspirasi warga yang ia terima. Misalnya di Balikpapan Utara, warga tetap berharap ada bantuan keuangan dalam rangka perbaikan lingkungan wilayah mereka. “Seperti perbaikan drainase dan jalan-jalan lingkungan, kemudian di Balikpapan Timur diharapkan sekali untuk segera difungsikan Waduk Teritip untuk bisa dimanfaatkan warga terutama masyarakat di Balikpapan timur yang belum terairi air bersih,” urai Politisi yang peduli dengan pembangunan di Kota Balikpapan ini.

Diterangkan Adam, bahwa terkait Waduk Teritiptelah lama warga berharap sesegera mungkin pemanfaatannya karena sudah terlalu lama menunggu, “Terkait persoalan tumpang tindih lahan juga menjadi persoalan hampir disemua daerah di Balikpapan. Warga berharap Pemprov Kaltim bisa mengambil peran untuk menyelesaikan terutama proses pembebasan lahan di jalan tol yaitu di seksi V kilometer 13 hingga ke Batakan yang sampai sekarang masih ada beberapa warga belum terbayar,” sebut wakil rakyat dari Partai Hanura ini.

Sementara terkait perbaikan drainase di jalan MT Haryono yang didanai oleh APBD Provinsi, kegiatan yang dianggap mangkrak tersebut. Adam menjelaskan bahwa dirinya langsung melakukan cross check pada Kelapa Dinas PUPR Kaltim dan diklarifikasi bahwa pengerjaan akan dilanjutkan di 2021.
“Begitu juga persoalan klasik, warga meminta pemangkasan tanjakan di ruas jalan MT Haryono karena masih sering terjadi kecelakaan akibat tingkat elevasi melebihi aturan dan standar yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (hms5)