Detail Berita

Kantor Penghubung dan Mess Merupakan Aset yang Mesti Dijaga

Senin, 24 Februari 2020 | Oleh: Humas DPRD Prov
Kantor Penghubung dan Mess Merupakan Aset yang Mesti Dijaga

Komisi II DPRD Kaltim saat berkunjungan dan melakukan disuksi dengan sejumlah pejabat Badan Penghubung Pemprov Kaltim, Jumat (21/2/2020) lalu

JAKARTA - Dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan oleh DPRD terkait pemanfaatan aset milik Pemprov Kaltim, sejumlah anggota Komisi II DPRD Kaltim melakukan kunjugan kerja (kunker) ke Kantor Badan Penghubung Kaltim yang beralamatkan di Jalan Kramat II, Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2020) lalu.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim Ali Hamdi mengatakan, Kantor Penghubung dan Mess Pemprov Kaltim yang ada di Jakarta merupakan aset yang mesti dijaga. Mengingat gedung tersbut merupakan etalase Kaltim yang menajdi perwakilan di Jakata.


Untuk itu kata dia, sebagai mitra pemerintahan, Komisi II DPRD Kaltim yang membidangi aset ingin mengetahui sejauh mana peran dan fungsi Badan Penghubung dan Mess tersebut untuk masyarakt Kaltim. “Jadi kami kesini itu untuk monitoring dan evaluasi,” ujar Ali Hamdi.


Menurut dia, keberadaan Badan Penghubung dan Mess, harus ditata dan dikeloal dengan baik. Karena memang, peran dari Mess milik Pemprov Kaltim ini cukup membantu masyarakat Kaltim ketika berkunjungn ke Jakarta.


“Saya lihat, hampir setiap pekan, mess ini penuh. Artinya, bengunan ini memang dibutuhkan oleh masyarakat. Karena selain terbilang cukup murah untuk biaya menginap, mess ini juga lokasinya cukup strategis,” terang dia.


Untuk itu lanjut Politikus PKS ini, Komisi II DPRD Kaltim mendorong Pemprov Kaltim untuk memberikan perhatian lebih kepada Badan Penguhubung dan Mess tersebut, sehingga kekurangan yang ada di gedung ini dapat terpenuhi.


“Jadi ini sesuatu bagian yang tidak terpisahkan dengan Kaltim, karena ini merupakan aset berharga kita. Ini kalau tidak dijaga dengan baik, tidak dirawat dengan baik dan tidak ada anggaran yang memadai, otomatis akan memberikan dampak buruk. Hal ini akan membuat, orang-orang yang ada disini kurang bergairah. Jadi kita minta kepada gubernur agar memperhaitkan kebutuhan-kebutuhan untuk gedung ini,” jelas Ali Hamdi.


Sementara itu, Kepala Badan Penghubung Kaltim Muhammad Rozaly didampingi sejulah staf Badan Penghubung menyampaikan bahwa berkaitan dengan sumbangsih pendapatan kepada Pemprov Kaltim, pihaknya telah bekerja secara maskimal. “Dari target pendapat yang diberikan, semua bisa terpenuhi. Tahun lalu misalnya, kami ditarget Rp 320 juta, dan kami berikan Rp 326 juta,” tuturnya.


Nilai tersebut lanjut dia, memang terlihat kecil jika dibandingkan dengan apa yang telah diberikan Pemprov Kaltim selama ini. Namun kata dia, Badan Penghubung dan Mess bukan bertujuan sebagai bisnis yang mengejar provit. “Memang tidak sebanding dengan jumlah yang diberikan pemrintah kepada kami. Karena memang fugsi kami lebih banyak ke fungsi sosial. Kita tidak bisa disamakan dengan hotel-hotel yang ada,” sebut Gozali.


Dirinya juga menjelaskan bahwa, tugas utama badan penghubung ini adalah pelayanan, dan promosi untuk Anjungan Kaltim. “Jadi aset yang ada di penghubung ini tujuannya untuk mendukung kegiatan tersebut,” pungkasnya. (hms6)