Detail Berita

Sharing Antar Komisi Bahas Covid-19

Senin, 22 Juni 2020 | Oleh: Humas DPRD Prov
Sharing Antar Komisi Bahas Covid-19

Komisi I dan II DPRD Bontang sharing informasi dengan DPRD Kaltim terkait masalah pandemi covid-19

SAMARINDA - Komisi I dan Komisi II DPRD Kota Bontang melakukan kunjungan kerja ke DPRD Provinsi Kaltim dalam rangka sharing sekaligus berkonsultasi terkait permasalahan pandemi covid-19 yang terjadi di Kaltim khususnya di kota Bontang, Jum’at (19/6) lalu.

Rustam yang juga sebagai Ketua Komisi II DPRD Kota Bontang memimpin rombongan yang diterima langsung oleh Jahidin selaku Ketua Komisi I DPRD Kaltim dan Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya’qub.


Dijelaskan Rustam bahwa Kota Bontang dalam sepekan sempat mengalami zero untuk masalah covid-19 namun sekarang setelah mendapat informasi dari tim gugus tugas bahwa ada 3 orang yang positif yaitu 1 orang warga Kutim yang sekarang dirawat di Bontang kemudian 2 orang tenaga kerja warga Sidoarjo yang sekarang masih dikarantina disalah satu hotel di Bontang.


“Kami (Bontang,red) awalnya siap untuk hidup new normal lagi namun karena kejadian itu maka Komisi II yang membidangi masalah pariwisata mau tidak mau harus melakukan evaluasi lagi,” kata Rustam.
Dikatakan Rustam bahwa rata-rata yang positif covid-19 masuk di Kaltim seperti Balikpapan, Kukar, dan Bontang adalah bukan warga setempat tapi warga pendatang dari daerah luar.


“Langkah-langkah apa yang mesti kita ambil terutama untuk tenaga kerja karena rata-rata yang membawa virus kedaerah seperti Balikpapan, Samarinda dan Bontang adalah tenaga kerja yang datang untuk mencari pekerjaan,” ujarnya.


Menanggapi hal tersebut, Jahidin mengatakan bahwa Komisi I DPRD Kaltim hanya dalam kapasitas sebagai pengawas karena sesungguhnya yang berkecimpung dalam masalah covid-19 adalah Komisi IV DPRD Kaltim dan pansus khusus covid-19.


“Terkait tenaga kerja, di Samarinda sudah mulai bekerja kembali seperti sediakala namun tetap mengikuti aturan atau ketentuan dari pemerintah, jadi sementara kebijakan pemerintah kota itu yang kami pantau,” imbuhnya.


Selanjutnya, Rusman Ya’qub menjelaskan bahwa banyak simpang siur berita dan data yang saling bertentangan satu sama lain, untuk itu diperlukan kearifan masyarakat dalam menyikapi hal-hal yang berkaitan dengan informasi yang beredar.


Rusman menambahkan, data terakhir di Kaltim yang terkonfirmasi covid-19 sebanyak 405 orang kemudian yang dirawat 91 orang di 9 kabupaten/kota, dan yang sembuh sebanyak 310 orang.


“Oleh karena itu, di Kaltim antara yang terdampak atau terkonfirmasi dengan yang sembuh hampir berimbang, itu sebabnya Kaltim tidak termasuk ketegori zona hitam nasional, tidak seperti derah Jawa Barat, Jawa Timur, DKI, Sulawesi Selatan dan lainnya,” katanya. (hms8)