Detail Berita

Sutomo Jabir Wacanakan Digitalisasi Sentuh Seluruh Desa

Selasa, 28 Juli 2020 | Oleh: Humas DPRD Prov
Sutomo Jabir Wacanakan Digitalisasi Sentuh Seluruh Desa

Anggota DPRD Kaltim Sutomo Jabir ketika melakukan reses di daerah Bontang, Kutai Timur, dan Berau, belum lama ini.

SAMARINDA - Sarana telekomunikasi dan informasi khususnya internet di era modern seperti sekarang merupakan kebutuhan prioritas disamping sandang, pangan dan papan. Hal ini sebabkan hampir segala aspek kehidupan manusia bergantung kepada teknologi yang terus mengalami perkembangan dari waktu kewaktu.

Warga perkotaan sudah sangat akrab dengan internet, terlihat hampir disetiap perkantoran, sekolahan, rumah makan, perpustakaan, hingga warung kopi sudah menyediakan layanan wifi untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pengunjung.


Kondisi yang sangat jauh berbeda dirasakan oleh mereka yang tinggal di pedesaan. Belum maksimalnya infrastruktur menyebabkan laju pertumbuhan pembangunan baik sumber daya manusia maupun perekonomian termasuk teknologi masih belum ideal.


Kondisi tersebut menjadi keluhan banyak warga ketika Anggota DPRD Provinsi Kaltim Sutomo Jabir melakukan serap aspirasi masyarakat atau reses ke Kelurahan Guntung dan Tanjung Laut (Bontang), dan Kecamatan Sangata Utara, Bengalon, Muara Wahau, Kongbeng, (Kutai Timur) serta kecamatan Kelay di Kabupaten Berau, belum lama ini.


Menurutnya, digitalisasi sudah semestinya menyentuh seluruh desa. Ia mencontohkan, seperti Jawa Barat yang mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk program wifi gratis untuk 600 desa.


“Pemprov Kaltim bisa mengkoordinir pemerintah daerah lalu ke perangkat desa untuk membuat program digitalisasi atau wifi gratis. Kan ada dana desa juga, terus belum lagi ada CSR perusahaan jadi tidak ada alasan lah,” tuturnya.


Peningkatan status desa dari tertinggal sampai mandiri salah satunya dipengaruhi dengan adanya internet sebagai sarana dan prasarana pendukung dan pengembang perekonomian dan pendidikan masyarakat.


Pria yang juga merupakan Anggota Komisi II ini menyebutkan jangankan mimpi untuk mendapatkan wifi gratis bahkan masih ada dibeberapa desa yang belum bisa mendapatkan akses internet karena wilayahnya masuk kategori pedalaman dan terisolir.


Pihaknya mengakui bahwa keengganan operator selulur untuk membangun jaringan internet dengan alasan medan yang variatif mulai dari populasi warga yang menyebar, hutan dan pegunungan sehingga sulit dijangkau.


“Kalau berbicara swasta, lagi-lagi persoalan profit. Justru disinilah hadirnya pemerintah sangat diharapkan oleh masyarakat. Pemerintah bisa melakukan kerjasama dengan operator seluler, ini kan demi rakyat juga,” harapnya.


Alternatif lain, lanjut dia pemerintah bisa melakukan pengadaan dan pamasangan jaringan internet satelit yakni tanpa menggunakan kabel atau wireless yang menggunakan satelit sebagai media transmisinya. Penggunaan satelit membuat keunggulan tersediri karena diklaim bisa menjangkau hampir seluruh area di Indonesia.


Kedepan, setelah seluruh desa tersedia internet maka sarana wifi gratis di desa akan terus didorong untuk diperluas tidak hanya di wilayah tertentu saja melainkan juga di perkantoran, balai desa, sekolah dan lainnya agar informasi bisa terserap maksimal.(hms4)