Detail Berita

Kecam Aksi Pencabulan Anak di Bawah Umur

Kamis, 30 Juli 2020 | Oleh: Humas DPRD Prov
Kecam Aksi Pencabulan Anak di Bawah Umur

SAMARINDA - Anggota DPRD Kaltim Puji Setyowati merasa prihatin dan mengecam keras aksi pencabulan anak di bawah umur yang belum lama ini terjadi di Kota tepian. Ia meminta pelaku pencabulan diberikan hukum yang berat sebagai efek jera.

Menurut dia, perilaku tak senonoh yang dilakukan pelaku terhadap anak di bawah umur tidak dapat ditoleransi. Sehingga, hukuman bagi pelaku harus diberikan dengan maksimal. “Harus ada efek jera, sehingga tidak ada lagi pelaku-pelaku yang lain,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Puji ini menjelaskan, dalam Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, jelas menjamin ancaman hukuman yang cukup besar bagi pelaku. “Untuk itu, kasus seperti ini perlu mendapat perhatian serius aparat penegak hukum," katanya.

Bukan tanpa alasan Politikus Demokrat ini berharap pelaku pencabulan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Pasalnya, perbuatan pelaku telah merusak masa depan korban dan meninggalkan traumatik kepada korban.

"Ini lah yang harus ditekankan, bahwa peran pengawasan harus lebih ditingkatkan. Tidak hanya orang tua saja tetapi orang di sekitar juga wajib peduli, baik keluarga maupun lingkungan tempat tinggal. Kasus ini jadi pelajaran berharga agar selalu waspada,” sebutnya.

Tak ingin kejadian serupa terulang, Wakil Rakyat Kaltim asal Dapil Samarinda ini meminta kekerasan terhadap perempuan dan anak harus menjadi perhatian di masa pandemi covid-19. Pasalnya, anak dan kaum perempuan paling rentan menjadi korban tindak kekerasan khususnya kekerasan seksual. “Ini disebabkan, baik secara fisik dan psikologis mereka lemah apabila di bawah tekanan,” bebernya.

Regulasi tentang perlindungan anak dan perempuan juga harus gencar dikampanyekan kepada masyarakat. Sehingga, kehadiran anak dan perempuan betul-betul terjaga dan terlindungi. “Tentu dibutuhkan peran semua pihak, guna menekan kasus pencabulan di Samarinda. Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali,” tandasnya. (hms6)

SelengkapnyaBerita Terkait