Detail Berita

Pansus RTRW DPRD Sulsel Berkunjung ke Karang Paci

Senin, 12 Oktober 2020 | Oleh: Humas DPRD Prov
Pansus RTRW DPRD Sulsel Berkunjung ke Karang Paci

Kunjungan Kerja Pansus RTRW DPRD Sulsel yang diterima Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo guna membahas sinkronisasi terkait dengan tata ruang dan wilayah Provinsi Sulsel dengan Kaltim di gedung E lantai 1

SAMARINDA. DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menerima kunjungan kerja dari Panitia Khusus (Pansus) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) di gedung E lantai 1, Kamis (8/20) lalu. Kunjungan itu dilakukan guna mendapatkan informasi sebagai bahan masukan dan perbandingan dalam rangka pembahasan raperda.

Rombongan Pansus tersebut ikut serta didampingi Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sulsel yang diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo didampingi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim dan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim.

Ketua Pansus RTRW DPRD Sulsel Rahman Pina mengatakan karena Sulsel merupakan salah provinsi penopang utama maka tentu memiliki kepentingan yang besar. Sehingga yang menjadi fokus pembahasan yakni sinkronisasi terkait dengan tata ruang dan wilayah Provinsi Sulsel dengan Kaltim.

“Kepentingan strategisnya ialah Kaltim sebagai Ibu Kota Negara dan Sulsel sebagai provinsi penyangga utama maka Sulsel mempunyai kepentingan, salah satunya adalah selama ini Sulsel sebagai penyuplai utama produk hasil pertanian,” ujar Rahman Pina.

Selanjutnya, Sigit Wibowo mengatakan pembahasan terkait dengan RTRW Provinsi, yang dalam hal ini Kaltim telah memiliki perda RTRW nomor 1 tahun 2016. Namun sebenarnya ada perubahan lagi di tahun 2021.

“Karena IKN segera dilaksanakan sehingga teman-teman sudah menyiapkan perubahan rencana RTRW Kaltim yang saat ini sedang digodok dan langsung menginduk dengan Kementrian Agraria. Tata ruang masing-masing provinsi akan mengikuti artinya bukan hanya provinsi Kaltim tetapi daerah-daerah penyangga seperti Sulawesi, Jawa, kemudian Sumatra, kalau diarahkan ke Kaltim artinya patronnya akan kesitu,” kata Sigit. (adv/hms8)