Detail Berita

Sungai Mangkurawang Perlu Normalisasi

Senin, 09 November 2020 | Oleh: Humas DPRD Prov
Sungai Mangkurawang Perlu Normalisasi

SAMARINDA. Persoalan seperti nomalisasi sungai hingga banyaknya program usulan masyarakat di musyawarah rencana pembangunan di tingkat kelurahan/desa yang belum terealisasi menjadi keluhan warga Mangkurawang dan Loa Tebu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Hal tersebut merupakan hasil serap aspirasi masyarakat Anggota DPRD Kaltim Salehuddin, Sabtu (31/10/2020). Ia menyebutkan kondisi Sungai Mangkurawang sudah harus dilakukan normalisasi karena terjadi pendangkalan.

Apabila tidak dilakukan normalisasi dikhawatirkan pada akhirnya tidak lagi dapat menampung debit air yang turun ke tanah melalui hujan sehingga mengakibatkan banjir. “Sekarang sudah mulai terlihat apabila air pasang dan hujan deras air meluap ke jalan di beberapa titik, khawatir beberapa tahun kedepan bisa banjir besar,” tuturnya.

Terkait itu, Pemkab Kukar sedang melakukan kajian penataan kawasan Sungai Mangkurawang yang dimulai pada pertengahan Tahun 2020. Pihaknya berharap normalisasi segera bisa terealisasi sehingga fungsinya bisa berjalan dengan maksimal.

Selain itu, warga juga meminta difasilitasi pembentukan rukun kematian dan segala sarana prasarananya karena penduduknya banyak akan tetapi rencana kerja masyarakat masih terbilang minim. Semenisasi dibeberapa gang seperti  Gang 17 dan 18  di RT 19 Mangkurawang.

Politikus Golkar itu menambahkan bahwa peningkatan ruang belajar dan Asrama Ponpes Hadiqatul ulum Jalan Rangga Yudha, penurapan kuburan muslimin, peningkatan Gunung Banteng hingga pemasangan lampu jalan umum dari Jalan Mangkurawang ke Jalan Loa Tebu RT 19  juga menjadi bagian keluhan warga.

“Pengadaan mobil  jenazah dan banyak usulan proposal sudah masuk di Musrenbang akan tetapi tidak direalisasikan. Padahal, sejumlah program usulan masyarakat tersebut merupakan yang diperlukan oleh masyarakat. Berbagai kondisi tersebut akan disampaikan ke pemerintah agar ditindaklanjuti,” bebernya.(adv/hms4)